

Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) memanggil pihak penyelenggara Campus League menyusul insiden cedera serius yang menimpa pemain Institut Perbanas, Rafi Bepasha. Cedera tersebut terjadi setelah wajah pemain itu menghantam lantai lapangan saat pertandingan berlangsung.
Sekjen Perbasi, Nirmala Dewi, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pemberian izin penyelenggaraan ajang basket wajib dibarengi dengan komitmen tinggi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pemain di lapangan.
“Kami sudah memanggil panitia pelaksana Campus League regional Jakarta untuk memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Kami berkomitmen penuh agar atlet merasa aman dan terlindungi saat berlaga,” ujar Nirmala.
Sebagai tindak lanjut, Perbasi memberikan peringatan keras kepada seluruh penyelenggara kegiatan basket agar selalu melibatkan pengurus daerah setempat, meskipun izin penyelenggaraan telah diterbitkan oleh pihak pusat.
Menanggapi hal tersebut, CEO Campus League, Ryan Gozali, menyambut baik langkah koordinasi dengan Perbasi. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dalam memilih fasilitas, termasuk menunjuk Universitas Pelita Harapan sebagai tuan rumah karena lapangan telah menggunakan sistem plexipave cushion yang sesuai standar.
“Kami telah berkoordinasi dengan technical delegate Perbasi untuk pengecekan fasilitas. Kejadian di semifinal kemarin tentu tidak diinginkan oleh semua pihak, namun kami telah melakukan penanganan cepat dan maksimal terhadap atlet yang bersangkutan,” ungkap Ryan.
Terkait kebijakan penyelenggaraan, pihak Campus League memang rutin menggelar pertandingan di area kampus sejak musim perdana. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memotivasi perguruan tinggi agar memiliki fasilitas olahraga berstandar global yang ramah bagi penyiaran.
Hingga saat ini, ajang Campus League telah diselenggarakan di berbagai kampus di Indonesia, mulai dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Surabaya, hingga Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.