

Solo – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiagaan ini juga mencakup kebutuhan energi untuk kendaraan listrik.
General Manager PLN UIW Jateng & DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menyatakan seluruh personel dikerahkan untuk siaga 24 jam. Kesiapan tersebut berlaku sejak H-7 hingga H+7 masa Nataru.
Bramantyo menjelaskan, kesiapan ini mencakup pengamanan sistem kelistrikan serta dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik (EV) yang diprediksi akan meningkat penggunaannya selama libur akhir tahun.
“Untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik ini, seluruh pegawai kami turunkan ke lapangan untuk melakukan Siakad di tiap-tiap rest area maupun stasiun pengisian listrik yang berada di jalur-jalur strategis,” ujar Bramantyo.
Menurutnya, kondisi kelistrikan di wilayah Jateng dan DIY hingga saat ini terpantau aman tanpa gangguan berarti. PLN juga memastikan suplai listrik mencukupi untuk kebutuhan pelanggan selama momen liburan.
“Kami memiliki cadangan daya mencapai 8.000 MWh dan yang terpakai sekitar 5.700 MWh. Artinya, masih ada sekitar 30 persen yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Bramantyo.
Beban konsumsi listrik pada masa Nataru memang cenderung meningkat, meski tidak setinggi periode Lebaran. Kenaikan di masa Nataru rata-rata sekitar 5 sampai 10 persen.
“Tahun lalu peningkatan saat Nataru sekitar 5 sampai 10 persen untuk konsumsi rumah tangga. Berbeda dengan Lebaran yang bisa mencapai 20 hingga 30 persen,” kata dia.
Dengan kesiapan personel, keandalan pasokan, serta pengawasan pada titik-titik vital jalur mudik dan wisata, PLN UIW Jateng & DIY optimistis dapat memberikan layanan optimal selama masa Nataru 2025.
“Kami pastikan pasokan listrik aman, masyarakat dapat beraktivitas dan merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman,” tutur Bramantyo.