

Jakarta – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi mengumumkan penunjukan Roberto Mancini sebagai pelatih kepala tim nasional Italia yang baru.
Keputusan ini diambil untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan setelah berakhirnya masa jabatan Gennaro Gattuso.
Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi melalui akun Instagram tim nasional Italia, @Azzurri, pada Selasa (28/7/2026).
Penunjukan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai sosok yang akan menahkodai Gli Azzurri dalam waktu dekat.
Sebelumnya, nama-nama besar seperti Pep Guardiola dan Andrea Pirlo sempat santer dikabarkan menjadi kandidat kuat pelatih timnas.
Pep Guardiola sempat menjadi opsi utama, namun tingginya nominal gaji yang diminta mantan pelatih Manchester City tersebut membuat negosiasi tidak berlanjut.
Pilihan kemudian sempat mengerucut kepada Andrea Pirlo yang dianggap sebagai kandidat paling potensial untuk mengisi posisi tersebut.
Namun, rencana pengangkatan Pirlo menuai penolakan keras dari Presiden FIGC, Giovanni Malago.
Malago disebut-sebut merasa keberatan dengan keterkaitan Pirlo dengan pihak Rusia, yang memicu gejolak internal di tubuh federasi.
Dampak dari penolakan tersebut cukup signifikan, yakni mundurnya Direktur Teknik Paolo Maldini serta penasihat Leonardo.
Keduanya memutuskan untuk meletakkan jabatan mereka hanya berselang 10 hari setelah resmi bertugas.
Untuk menambal kekosongan di posisi direktur teknik, FIGC menunjuk pelatih senior Claudio Ranieri sebagai pengganti Maldini.
Bagi Roberto Mancini, posisi pelatih timnas Italia bukanlah hal yang baru dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Mancini tercatat pernah menangani Gli Azzurri dalam periode panjang, yakni dari 1 Juli 2018 hingga 13 Agustus 2023.
Selama periode kepelatihan pertamanya, ia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris di partai final melalui drama adu penalti.
Meski demikian, masa kepemimpinannya juga diwarnai catatan kurang memuaskan saat Italia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2022.
Kegagalan tersebut terjadi setelah Italia secara mengejutkan ditaklukkan Makedonia Utara dengan skor 0-1 pada babak semifinal play-off.
Secara statistik, Mancini telah memimpin Italia dalam 58 pertandingan dengan rata-rata perolehan 2,17 poin per pertandingan.
Sebelum kembali ke Italia, Mancini sempat menjabat sebagai pelatih tim nasional Arab Saudi namun diberhentikan karena dianggap kurang memberikan hasil maksimal.
Ia kemudian melanjutkan karier kepelatihannya di Qatar dengan menangani klub Al Sadd.
Bersama Al Sadd, Mancini berhasil mempersembahkan gelar juara liga sebelum akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk berpisah pada Juni 2026.
Kini, tantangan besar menanti Mancini untuk mengembalikan kejayaan Italia di kancah sepak bola internasional.