Timnas Indonesia Tersingkir, John Herdman Soroti Hal di Luar Kendali

Pelatih John Herdman menyoroti faktor keberuntungan setelah langkah Timnas Indonesia terhenti di Piala AFF 2026.

Singapura – Langkah Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026 resmi terhenti setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga pamungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

Kegagalan skuad Garuda untuk menembus fase semifinal menyisakan kekecewaan mendalam bagi sang pelatih, John Herdman.

Menurut pelatih asal Inggris tersebut, terdapat satu elemen krusial yang berada di luar kendali manusia dalam sebuah pertandingan sepak bola, yakni faktor keberuntungan.

Herdman mengungkapkan bahwa hasil imbang yang diraih di Singapura tidak mencerminkan dominasi permainan yang sebenarnya ditunjukkan oleh anak asuhnya di lapangan.

Mantan pelatih Timnas Kanada ini meyakini bahwa seluruh pemain telah menjalankan rencana permainan dengan disiplin tinggi sepanjang laga.

Ia menyoroti kemampuan para pemain Indonesia dalam menciptakan berbagai peluang emas untuk mencetak gol tambahan, namun penyelesaian akhir belum membuahkan hasil maksimal.

Sepak bola terkadang memang menghadirkan situasi yang tidak bisa kita tentukan, ujar Herdman menanggapi hasil akhir pertandingan tersebut.

Kami sudah bekerja keras, menciptakan peluang, dan mengontrol pertandingan, tetapi Dewi Fortuna tidak berada di pihak kami, tambahnya.

Pertandingan tersebut juga sempat diwarnai oleh drama keputusan wasit yang sempat menarik perhatian publik.

Pemain Singapura, Song Ui-young, sempat diganjar kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua oleh pengadil lapangan.

Namun, keputusan tersebut akhirnya dianulir setelah wasit memutuskan untuk meninjau tayangan ulang melalui teknologi VAR.

Meskipun insiden tersebut memicu perdebatan di kalangan penonton dan pendukung, Herdman memilih untuk bersikap profesional.

Ia menegaskan tidak ingin menjadikan keputusan wasit sebagai alasan atau pembenaran atas kegagalan timnya melaju ke babak selanjutnya.

Saya tidak ingin membicarakan keputusan wasit karena bisa membuat saya berada dalam masalah, tegasnya menghindari kontroversi lebih lanjut.

Alih-alih mencari kambing hitam, Herdman justru memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas permainan yang ditunjukkan oleh tim tuan rumah.

Ia mengakui bahwa Singapura berhasil menunjukkan karakter yang sangat kuat di bawah tekanan intensif dari para pemain Indonesia.

Menurutnya, organisasi permainan yang disiplin dari The Lions menjadi kunci keberhasilan lawan dalam meredam serangan skuad Garuda.

Singapura menunjukkan karakter yang kuat dan sangat terorganisasi, puji sang pelatih.

Dengan hasil imbang ini, Timnas Indonesia harus puas menutup perjalanan di Grup A dengan raihan tujuh poin.

Posisi puncak klasemen Grup A akhirnya dikunci oleh Vietnam dengan koleksi 10 poin.

Sementara itu, Singapura berhasil mengamankan tiket ke semifinal sebagai runner up grup dengan total delapan poin.

Kegagalan ini menjadi catatan evaluasi penting bagi jajaran pelatih dan federasi dalam menatap turnamen internasional berikutnya.

Rekomendasi