Timnas Voli Indonesia Petik Pelajaran Berharga dari AVC U18 2026

334ed5c4d02ec7e3cd5e7c9a212e2361.jpg

Nakhon Ratchasima – Tim nasional voli putri U-18 Indonesia berhasil menutup partisipasi mereka dalam turnamen AVC Girls’ U-18 Volleyball Championship 2026 dengan catatan kemenangan.

Skuad asuhan pelatih Angga Hasan Mubarok sukses mengamankan posisi ketujuh setelah menundukkan perlawanan tim Mongolia.

Pertandingan yang berlangsung di Terminal 21, Nakhon Ratchasima, pada Selasa (7/7) tersebut berakhir dengan skor 3-1 untuk keunggulan Indonesia.

Perolehan skor dalam laga tersebut adalah 22-25, 25-20, 25-12, dan 25-17.

Manajer Timnas voli putri Indonesia, Luciana Taroreh, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan Tina Syifa Sabila Salim dan rekan-rekannya di lapangan.

Sepanjang turnamen, para pemain dinilai tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi meskipun menghadapi kendala terbatasnya jumlah personel.

Tim Garuda Pertiwi diketahui hanya membawa 12 pemain dalam ajang ini, termasuk dua pemain yang menempati posisi libero.

Keterbatasan jumlah pemain tersebut sempat membuat tim asuhan Angga Hasan Mubarok kewalahan dalam menjaga ritme permainan.

Meskipun demikian, kemenangan atas Mongolia menjadi penutup yang positif bagi perjalanan mereka di kancah internasional tahun ini.

Luciana Taroreh menyatakan bahwa hasil ini menjadi modal berharga bagi para pemain untuk menatap masa depan.

“Kemenangan ini sangat penting untuk para pemain menghadapi turnamen berikutnya, terutama di kompetisi Asia,” ujar sosok yang akrab disapa Uci tersebut.

Ia juga menyoroti adanya beberapa catatan evaluasi penting yang harus segera dibenahi oleh seluruh tim.

“Beberapa aspek teknis masih ada kekurangan seperti dalam menjaga konsistensi permainan,” tambah Uci.

Menyikapi hasil tersebut, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) mulai menyusun rencana jangka panjang bagi para pemain.

Pihak federasi berencana mempertahankan komposisi pemain yang ada saat ini untuk terus berlatih bersama.

Tujuannya adalah agar para pemain tersebut dapat tampil sebagai satu kesatuan dalam ajang Proliga 2027 mendatang.

Langkah ini diambil dengan harapan agar kekompakan dan kematangan tim dapat terus terjaga secara berkesinambungan.

PBVSI berharap para pemain muda ini nantinya mampu menjadi tulang punggung dan menggantikan peran pemain senior di tim nasional voli putri Indonesia di masa depan.

Sebelum berlaga di AVC Girls’ U-18, tim ini juga sempat tampil di ajang Princes Cup 2026.

Pada turnamen tersebut, Khanza Putri Yanzi Ganeshtri dan kolega berhasil menempati peringkat keempat.

Langkah mereka di Princes Cup terhenti setelah kalah bersaing dengan Filipina melalui pertarungan ketat lima set.

Skor akhir pada pertandingan melawan Filipina saat itu adalah 2-3 dengan rincian 25-27, 29-27, 25-18, 22-25, dan 11-15.

Pengalaman dari kedua turnamen internasional tersebut diharapkan menjadi bekal krusial bagi peningkatan kualitas atlet voli putri usia muda Indonesia.

Komitmen untuk terus melakukan pembinaan berjenjang menjadi fokus utama agar tim nasional Indonesia mampu berbicara lebih banyak di level kompetisi yang lebih tinggi.

Rekomendasi