Trump Perintahkan Militer AS Tembak Kapal Iran di Hormuz

Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan militer AS untuk menembak dan membunuh kapal-kapal kecil Iran yang terdeteksi menyebarkan ranjau di Selat Hormuz. Perintah tegas ini disampaikan pada Kamis (23/4), sehari setelah Iran kembali menunjukkan kemampuannya untuk mengganggu lalu lintas di jalur maritim krusial tersebut.

Perintah ini secara signifikan meningkatkan ketegangan dengan Teheran di selat yang menjadi jalur strategis bagi 20 persen perdagangan minyak mentah dan gas alam dunia. Tak lama setelah pengumuman tersebut, militer AS juga menyita sebuah kapal tanker lain yang disinyalir terlibat dalam penyelundupan minyak Iran.

“Saya telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak dan membunuh kapal apa pun, meskipun itu kapal kecil… yang menempatkan ranjau di perairan Selat Hormuz,” tegas Trump.

Ia menambahkan bahwa kapal penyapu ranjau AS saat ini sedang membersihkan selat. “Dengan ini saya memerintahkan agar kegiatan tersebut terus berlanjut, tetapi dengan tingkat intensitas yang naik tiga kali lipat!” lanjutnya.

Selain itu, Presiden Trump juga mengumumkan perpanjangan gencatan senjata di Lebanon selama tiga minggu. Keputusan untuk memperpanjang jeda pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon tercapai dalam pertemuan di Gedung Putih antara duta besar Israel dan Lebanon untuk Amerika Serikat.

Sementara itu, belum ada kejelasan kapan atau apakah AS dan Iran akan bertemu kembali di ibu kota Pakistan, Islamabad. Para mediator berupaya mempertemukan kedua negara untuk mencapai kesepakatan diplomatik demi mengakhiri konflik yang berlangsung.

Negosiasi yang semula direncanakan minggu ini gagal terlaksana. Iran bersikeras tidak akan hadir sebelum AS mengakhiri blokade terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran. Di sisi lain, Gedung Putih menegaskan tidak akan berpartisipasi sampai Teheran membuka selat tersebut untuk lalu lintas internasional.

Dalam perjalanan pulang dari Afrika, Paus Leo XIV mendesak AS dan Iran untuk kembali berdialog demi mengakhiri perang.

Rekomendasi