

New York – Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average bahkan mencatatkan rekor tertinggi intraday seiring dengan sentimen positif investor terhadap kemajuan perundingan perdamaian di Timur Tengah.
Pada bel pembukaan, Dow Jones Industrial Average naik 149,0 poin atau 0,30% ke level 50.434,65. Indeks S&P 500 turut menguat 23,1 poin atau 0,31% ke level 7.468,82, sementara Nasdaq Composite naik 88,5 poin atau 0,34% ke posisi 26.381,56.
Optimisme pasar tumbuh setelah adanya laporan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan terkait proposal pengakhiran konflik. Meski perselisihan antara Teheran dan Washington mengenai cadangan uranium serta kendali Selat Hormuz masih berlanjut, investor tetap merespons positif upaya diplomasi tersebut.
Sentimen pasar juga didukung oleh ekspektasi penyelesaian perang, optimisme perdagangan di sektor kecerdasan buatan (AI), serta pertumbuhan pendapatan korporasi AS yang tetap tangguh. Sebelumnya, pada Kamis (21/5/2026), Dow Jones berhasil mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa untuk pertama kalinya sejak 10 Februari lalu.
Kepala Ekonom Pasar Spartan Capital Securities, Peter Cardillo, menilai kelanjutan pembicaraan damai menjadi faktor fundamental yang menopang keyakinan investor, meskipun tantangan utama antara AS dan Iran belum sepenuhnya teratasi.
UBS Global Wealth Management merespons dinamika ini dengan menaikkan target akhir tahun 2026 untuk indeks S&P 500 ke level 7.900 dari sebelumnya 7.500. Proyeksi ini didasarkan pada ketahanan pengeluaran konsumen serta permintaan yang kuat terhadap infrastruktur pusat data.
Di sisi lain, pasar obligasi menunjukkan perbaikan dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang turun ke level terendah satu minggu di angka 4,54%. Kondisi ini memberikan napas lega bagi investor setelah sempat tertekan oleh kekhawatiran dampak inflasi akibat kenaikan harga minyak dunia.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pelantikan Kevin Warsh sebagai pemimpin Federal Reserve di Gedung Putih. Momentum transisi kepemimpinan dari Jerome Powell ini dinilai krusial bagi arah kebijakan moneter dan ekonomi Amerika Serikat ke depan.
Sejauh ini, S&P 500 berada di jalur yang tepat untuk membukukan kenaikan mingguan kedelapan secara berturut-turut. Jika tercapai, ini akan menjadi rekor performa terbaik sejak Desember 2023.
Pada perdagangan hari ini, saham sektor teknologi dan semikonduktor memimpin penguatan. Saham Nvidia tercatat naik 0,5%, sementara AMD, Marvell Technology, dan Broadcom kompak menguat antara 0,2% hingga 2,4%. Pasar juga menanti rilis data akhir sentimen konsumen AS untuk bulan Mei sebagai indikator ekonomi selanjutnya.