

Jakarta – PSSI telah mengutus Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji untuk bertemu dengan sejumlah calon pelatih kepala Timnas Indonesia. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali.
Zainudin Amali menyampaikan kabar tersebut dalam siaran langsung Sapa Indonesia Malam di Kompas TV pada Sabtu (22/11/2025) kemarin. Ia menjelaskan bahwa Sumardji ditugaskan untuk mewawancarai para kandidat.
Meski demikian, Amali belum dapat memastikan apakah calon yang diwawancarai Sumardji sudah pasti akan menjadi pelatih Timnas Indonesia. “Sekarang ini Pak Mardji yang ditugaskan, yang adalah Ketua BTN dan beliau yang diminta untuk ketemu dan mewawancarai,” ujar Zainudin.
Setelah serangkaian wawancara, Sumardji diwajibkan untuk melaporkan hasilnya kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Langkah ini penting agar kejadian di masa lalu, seperti kasus Patrick Kluivert, tidak terulang.
Keputusan akhir mengenai penunjukan pelatih kepala akan berada di tangan Rapat Exco PSSI. Para calon pelatih tersebut juga akan diwawancarai langsung oleh anggota Exco sebelum keputusan diambil. “Jadi Exco minta setelah nama-namanya dimasukkan ke Exco, dan tentu kita punya hak untuk mewawancarai,” sambung Amali.
Zainudin Amali membandingkan proses ini dengan penunjukan Shin Tae-yong di era Mochamad Iriawan. Saat itu, keputusan memilih STY dilakukan melalui rapat Exco, bukan oleh Ketua Umum PSSI sendiri. “Dua waktu itu, Luis Milla dan STY diwawancarai oleh Exco dan melalui rapat Exco ikut diputuskan STY yang dipakai,” jelasnya.
Belakangan, lima sosok pelatih santer disebut-sebut sebagai calon kuat nahkoda baru Timnas Indonesia. PSSI sendiri belum mengungkapkan identitas kelima calon tersebut.
Namun, sejumlah nama yang ramai diperbincangkan meliputi Jesus Casas (Spanyol), Heimir Hallgrimsson (Islandia), hingga Timur Kapadze (Uzbekistan). Pernyataan Zainudin Amali yang menyebutkan Sumardji akan diberangkatkan ke Eropa semakin menguatkan spekulasi bahwa beberapa calon pelatih berasal dari benua biru.
Saat ditanya identitas pasti para calon pelatih, Zainudin Amali mengaku tidak mengetahui secara detail dan menunggu laporan dari Sumardji. “Saya belum tahu pasti, tapi konon kabarnya nanti ditanyakan kepada Pak Mardji. Beliau akan berangkat ke Eropa,” pungkasnya. “Pastinya Pak Mardji yang tahu karena dia yang diberi amanat.”