IHSG diproyeksi menguat terbatas Selasa (16/12), cermati rekomendasi analis

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025. Indeks acuan tersebut berakhir di level 8.649,66, atau turun 0,13% dari penutupan sebelumnya.

Analis Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG pada perdagangan Senin cenderung volatil. Meskipun sempat menguat pada awal sesi, IHSG akhirnya ditutup terkoreksi.

Tekanan jual datang dari sektor energi dan infrastruktur. Pelemahan ini terjadi seiring aksi ambil untung (profit taking) pada sejumlah saham konglomerasi yang sebelumnya menguat signifikan pada perdagangan Jumat.

Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah serta mayoritas pergerakan bursa Asia yang cenderung melemah turut mempengaruhi pergerakan IHSG, ujar Herditya.

Untuk perdagangan Selasa, 16 Desember 2025, Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat secara terbatas. Namun, pergerakan indeks diperkirakan tetap dibayangi kehati-hatian pelaku pasar terhadap sejumlah sentimen eksternal.

Investor saat ini masih mencermati ketegangan geopolitik global. Selain itu, rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan keluar dalam waktu dekat juga menjadi perhatian utama.

Secara teknikal, indeks diproyeksikan bergerak dengan level support di 8.635 dan resistance di 8.694.

Beberapa saham yang dapat dicermati pada perdagangan Selasa antara lain PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) di kisaran Rp565–Rp590, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) di level Rp4.000–Rp4.290, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di rentang Rp7.550–Rp7.825.

Rekomendasi