10 Produk Unitlink Saham Berbasis Dolar AS dengan Imbal Hasil Tertinggi

Jakarta – Mayoritas produk unitlink saham berbasis Dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun berjalan atau year to date (ytd) per April 2026. Berdasarkan data Infovesta, kinerja produk berbasis Dolar AS ini cenderung lebih unggul dibandingkan unitlink berdenominasi Rupiah.

Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific – USD dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menempati urutan pertama dengan imbal hasil atau return tertinggi sebesar 53,59%. Disusul oleh produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific Syariah – USD dengan return 35,60% di posisi kedua.

Posisi ketiga ditempati Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$ milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia dengan return 28,96%. Selanjutnya, USD Prime Emerging Market Equity Fund dari PT AIA Financial berada di posisi keempat dengan return 26,72%.

Posisi kelima diisi Mandiri Golden Offshore USD dari PT AXA Mandiri Financial Services sebesar 26,46%, diikuti FWD USD Equity Plus Fund dari PT FWD Insurance Indonesia sebesar 24,40%.

Berikutnya, posisi ketujuh ditempati Smartwealth Dollar Equity Global Artificial Intelligence Fund milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia dengan return 21,61%. Peringkat kedelapan diisi PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund dari PT Prudential Life Assurance dengan return 21,37%.

Dua posisi terakhir dalam daftar 10 besar ditempati produk milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yaitu Smartwealth Dollar Asia Pacific Class B Fund dengan return 20,16% dan Smartwealth Dollar Asia Pacific Fund dengan return 20,15%.

Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menjelaskan bahwa rata-rata kinerja unitlink berbasis Dolar AS memang lebih baik karena mayoritas berinvestasi di luar negeri. Menurutnya, meski terdapat produk yang mencatatkan kinerja negatif, rata-rata secara ytd mampu tumbuh positif hampir 5%.

“Semua tergantung penempatannya di negara mana saja,” ujar Wawan, Minggu (31/5/2026).

Di sisi lain, Wawan mencatat kinerja unitlink pendapatan tetap berbasis Dolar AS cenderung bervariasi, bahkan ada yang negatif. Hal ini dipengaruhi oleh penempatan aset pada obligasi negara berdenominasi US$ yang harganya terkoreksi akibat kenaikan suku bunga acuan.

Rekomendasi