Tren Konten Kuliner TikTok Dorong Promosi Pangan Lokal Indonesia

11df82e6026586e52d2bd1b5941e6621.jpg

Jakarta – Platform media sosial TikTok resmi meluncurkan inisiatif bertajuk Makan Dengan Makna sebagai langkah strategis untuk mempromosikan pola makan sehat berbasis kekayaan pangan lokal Indonesia.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara TikTok bersama Foodbank of Indonesia (FOI) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Langkah ini diambil menyusul tingginya antusiasme pengguna platform tersebut terhadap konten-konten bertema kuliner setiap harinya.

Public Policy Lead UGC TikTok Indonesia, Richard Anggoro, menyatakan bahwa pihaknya ingin mengonversi minat besar masyarakat terhadap tren kuliner menjadi kebiasaan mengonsumsi pangan bergizi.

Kami melihat jutaan orang setiap hari datang ke TikTok untuk mencari resep maupun tren kuliner, ujar Richard saat peluncuran program di Jakarta, Kamis (9/7).

Menurut Richard, TikTok berupaya berperan lebih dari sekadar tempat menemukan resep, melainkan menjadi wadah untuk menginspirasi kebiasaan makan yang lebih sehat.

Ia meyakini kombinasi kekayaan kuliner nusantara, ketersediaan bahan pangan lokal, dan kreativitas komunitas kreator menjadi modal kuat untuk menyebarkan edukasi gizi secara luas.

Richard berharap masyarakat tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi, tetapi juga mulai lebih menghargai dan memanfaatkan pangan lokal di sekitar mereka.

Kreator konten TikTok, Denis Guido, yang turut terlibat dalam inisiatif ini, menilai kategori makanan merupakan salah satu konten dengan performa terbaik di platform tersebut.

Masyarakat sebenarnya sudah punya ketertarikan, tinggal bagaimana kita sebagai ekosistem media sosial mengarahkannya, apakah hanya mengejar yang viral atau juga memperkenalkan pangan lokal, tutur Denis.

Dalam praktiknya, Denis lebih memilih menampilkan proses pengolahan makanan agar audiens memahami nilai gizi serta asal-usul bahan pangan yang dikonsumsi.

Ia menceritakan pengalamannya saat menghadiri konferensi pangan internasional di Stockholm, Swedia, di mana para ilmuwan dunia menyoroti potensi besar makanan tradisional Indonesia sebagai sistem pangan masa depan.

Founder Foodbank of Indonesia, Muhammad Hendro Utomo, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa 27 ribu varietas pangan lokal dan 9 ribu jenis tumbuhan obat.

Namun, banyak dari varietas tersebut mulai ditinggalkan dan sulit ditemukan di pasar karena kurangnya permintaan masyarakat.

Hendro menekankan bahwa persoalan utama terletak pada rendahnya eksposur terhadap produk-produk lokal yang sebenarnya memiliki kandungan gizi tinggi.

Jika pangan lokal terus diperkenalkan dan dicoba berulang kali, lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan, kemudian menjadi budaya, jelas Hendro.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan pun turut memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini sebagai upaya menjangkau generasi muda.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan, Niken Wastu Palupi, menyatakan pihaknya telah memberikan pedoman resmi agar konten yang dibuat kreator tetap akurat.

Pedoman tersebut mencakup panduan mengenai pangan lokal dan resep yang dapat dijadikan rujukan agar materi yang disampaikan tetap sesuai dengan regulasi kesehatan.

Pihak Kementerian Kesehatan juga berkomitmen melakukan peninjauan secara berkala bersama TikTok untuk memastikan seluruh informasi yang disebarkan kepada publik tetap edukatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rekomendasi