

Jakarta – Menonton film tidak hanya menjadi hiburan bagi anak. Berdasarkan riset Universitas Lancaster, Inggris, film dengan unsur fantasi atau imajinatif dapat membantu meningkatkan kreativitas anak sekaligus merangsang kemampuan berpikir di luar kebiasaan.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts, para peneliti menemukan anak-anak yang menonton film dengan unsur magis menunjukkan tingkat kreativitas lebih tinggi dibandingkan mereka yang menyaksikan tayangan tanpa unsur fantasi. Paparan cerita tersebut tidak membuat anak lebih percaya pada hal-hal magis, melainkan mendorong mereka menghasilkan ide-ide yang lebih beragam.
Para peneliti menjelaskan, cerita yang menghadirkan dunia di luar realitas sehari-hari membuat anak terdorong membayangkan berbagai kemungkinan. Aktivitas itu melatih kemampuan berpikir divergen, yakni keterampilan menghasilkan banyak solusi atau ide saat menghadapi persoalan.
Film juga dapat membantu perkembangan kemampuan sosial dan emosional anak. Saat mengikuti perjalanan tokoh dalam sebuah cerita, anak belajar mengenali emosi, memahami sudut pandang orang lain, hingga melihat bagaimana sebuah masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara.
Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan bahwa cerita visual mampu memperkaya kemampuan berbahasa dan memperluas kosakata anak. Jika didampingi orang tua, kegiatan menonton bahkan dapat menjadi sarana berdiskusi yang membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan kedekatan emosional dalam keluarga.
Meski demikian, para ahli mengingatkan manfaat tersebut hanya dapat diperoleh jika anak menonton tayangan yang sesuai usianya. Durasi penggunaan layar juga perlu dibatasi agar anak tetap memiliki waktu untuk bermain aktif, berinteraksi dengan lingkungan, serta beristirahat cukup.
Karena itu, orang tua disarankan memilih film yang mengandung pesan positif, seperti persahabatan, keberanian, kerja sama, atau kemampuan menghadapi perubahan. Cerita dengan unsur imajinatif juga bisa menjadi pilihan karena memberi ruang bagi anak untuk mengeksplorasi ide dan kreativitas tanpa lepas dari pendampingan orang dewasa.
Sejalan dengan temuan tersebut, Cinépolis Cinemas bersama Visinema Studios memperingati Hari Anak Nasional dengan menggelar program nonton gratis film Na Willa bagi 14.063 anak di 58 bioskop yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Film itu mengangkat kisah seorang anak berusia enam tahun yang belajar menghadapi perubahan tanpa kehilangan rasa ingin tahu dan imajinasinya.
CEO Cinépolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay, mengatakan anak-anak merupakan generasi yang akan membentuk masa depan Indonesia. Ia menyebut bioskop dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi mereka.