Andrea Pirlo Gagal Latih Italia, Maldini dan Leonardo Mundur

Paolo Maldini dan Leonardo resmi mengundurkan diri dari jabatan strategis di FIGC.

ITALIA – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini harus kembali menyusun strategi setelah Paolo Maldini dan Leonardo secara resmi mengundurkan diri dari posisi strategis mereka.

Keputusan tersebut diambil hanya berselang sepuluh hari setelah keduanya bergabung dalam struktur organisasi federasi.

Pengunduran diri ini merupakan buntut dari kegagalan penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala tim nasional Italia.

Maldini, yang menjabat sebagai direktur teknis, bersama Leonardo yang bertindak sebagai penasihat, merasa kecewa dengan kebijakan internal FIGC.

Ketegangan memuncak saat Presiden FIGC, Giovanni Malago, secara tegas menolak pencalonan Pirlo sebagai suksesor Gennaro Gattuso.

Penolakan tersebut dipicu oleh keterlibatan komersial Pirlo dengan perusahaan asal Rusia, termasuk perusahaan taruhan Fonbet.

Bagi Maldini dan Leonardo, Pirlo adalah sosok yang paling ideal untuk memimpin skuad Gli Azzurri saat ini.

Mereka bahkan terus memperjuangkan nama tersebut setelah kandidat lain, Pep Guardiola, menolak tawaran melatih tim nasional Italia.

Namun, posisi Pirlo menjadi sulit karena statusnya sebagai duta global bagi Fonbet menuai kritik keras dari berbagai pihak.

Sejumlah anggota parlemen Italia dan pejabat tinggi federasi menilai kerja sama tersebut tidak sejalan dengan etika federasi.

Ketegangan semakin terlihat ketika Pirlo menghadiri acara promosi Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, bersama Marco Materazzi.

Situasi ini memicu reaksi publik yang luas hingga melibatkan Duta Besar Rusia untuk Italia, Alexey Paramonov, yang memberikan pembelaan terbuka bagi Pirlo.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (27/7), Pirlo akhirnya angkat bicara mengenai situasi tersebut.

Dia menyatakan telah menerima pemberitahuan resmi bahwa namanya dicoret dari daftar kandidat pelatih tim nasional.

Pirlo menegaskan bahwa seluruh aktivitas profesional yang ia jalankan selama ini sepenuhnya mematuhi hukum dan kontrak yang berlaku.

Ia juga dengan tegas membantah adanya muatan politik di balik kerja samanya dengan perusahaan taruhan tersebut.

Mundurnya Maldini dan Leonardo tentu menjadi pukulan telak bagi proyek pembenahan prestasi tim nasional Italia yang baru saja dimulai.

Keduanya dikenal memiliki visi besar untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Italia melalui pendekatan teknis yang terukur.

Hingga Rabu (29/7), pihak FIGC belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah selanjutnya pasca ditinggal oleh dua tokoh sepak bola legendaris tersebut.

Kegagalan ini menandai tantangan besar bagi federasi dalam menentukan arah masa depan tim nasional di tengah tekanan opini publik.

Publik Italia saat ini menanti siapa sosok yang akan dipercaya oleh FIGC untuk memimpin tim nasional di tengah situasi yang cukup dinamis ini.

Kebutuhan akan pelatih kepala yang bersih dari kontroversi menjadi prioritas utama bagi federasi agar fokus tim tidak terpecah.

Kini, FIGC harus bekerja ekstra keras untuk menjaga stabilitas internal organisasi setelah kehilangan dua figur kunci dalam waktu yang sangat singkat.

Rekomendasi