Smart Home Beralih ke AI, Perangkat Rumah Makin Adaptif

teknologi smart home tak melulu konektivitas

Jakarta – Teknologi smart home kini tak lagi sebatas menghubungkan perangkat rumah lewat internet. Produsen mulai mengintegrasikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) agar perangkat rumah tangga mampu beradaptasi dengan kebiasaan dan kebutuhan penggunanya.

Dengan pendekatan ini, perangkat tidak hanya bisa dikendalikan dari jarak jauh melalui aplikasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan otomatis berdasarkan kondisi di sekitarnya. Hasilnya, pengalaman penggunaan menjadi lebih praktis sekaligus mendukung efisiensi energi.

Di sektor peralatan rumah tangga, pemanfaatan AI mulai diterapkan pada berbagai produk, termasuk pendingin ruangan. Teknologi ini memungkinkan perangkat mendeteksi keberadaan pengguna, mengatur arah hembusan udara, hingga mengoptimalkan konsumsi listrik sesuai pola penggunaan sehari-hari.

Selain menghadirkan kenyamanan, kemampuan tersebut dinilai dapat membantu pengguna mengelola penggunaan energi secara lebih efektif. Sejumlah perangkat bahkan telah dilengkapi fitur pemantauan konsumsi listrik secara real time sehingga pengguna dapat mengetahui dan mengontrol pemakaian energi dengan lebih mudah.

President Director Haier Indonesia, Yan Xuhong, menilai kenyamanan di rumah kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan perangkat menjalankan fungsi dasarnya. Menurut dia, teknologi juga perlu mampu mengikuti aktivitas dan kebutuhan penggunanya.

“Di era modern, kenyamanan di rumah bukan lagi sekadar suhu dingin, tetapi bagaimana teknologi bisa mengikuti ritme hidup penggunanya,” ujarnya, dikutip Selasa 28 Juli 2026.

Salah satu implementasi konsep tersebut dihadirkan Haier melalui AC HSU-09VSDT. Perangkat ini dibekali teknologi Human Sensor yang dapat menyesuaikan arah hembusan udara berdasarkan posisi pengguna, serta fitur AI ECO untuk membantu memantau dan mengoptimalkan konsumsi energi.

Selain itu, AC tersebut juga mengusung fitur Fragrant Breeze untuk menghadirkan pengalaman relaksasi melalui hembusan udara beraroma, serta lapisan pelindung Black Fin yang diklaim mampu meningkatkan ketahanan komponen terhadap korosi.

Integrasi berbagai teknologi tersebut menjadi contoh bahwa inovasi smart home kini tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga pada kemampuan perangkat beradaptasi dengan kebutuhan penggunanya.

Rekomendasi