Bank Besar Perkuat Likuiditas dan Kredit Pasca Kenaikan BI Rate

Jakarta – Sejumlah bank besar di Indonesia mulai merespons kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026. Langkah bank sentral tersebut dinilai krusial untuk menjaga stabilitas makroekonomi, nilai tukar rupiah, serta mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Corporate Secretary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Ramon Armando, menyatakan bahwa industri perbankan telah mengantisipasi perubahan kebijakan moneter ini melalui manajemen risiko yang memadai. Menurutnya, bank rutin melakukan uji ketahanan atau stress test untuk memitigasi dampak kenaikan suku bunga terhadap biaya pendanaan.

Untuk menjaga efisiensi, BTN terus memperkuat dana murah atau current account saving account (CASA) sebagai strategi utama. Hingga kuartal I-2026, perseroan mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 400,63 triliun atau tumbuh 10,3% secara tahunan, dengan target pertumbuhan kredit tetap di kisaran 8%–10% hingga akhir tahun.

Senada dengan BTN, pihak BRI menyambut positif langkah BI tersebut sebagai kebijakan yang bersifat pre-emptive dan forward looking. Corporate Secretary BRI, Dhany, menilai fundamental ekonomi domestik saat ini masih resilien, yang tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang stabil dan konsumsi masyarakat yang positif.

BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan likuiditas dengan memperkuat pendanaan melalui transaction banking. Hingga kuartal I-2026, BRI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 13,68% secara tahunan menjadi Rp 1.562 triliun, dengan target pertumbuhan 7%–9% sepanjang tahun 2026.

Di sisi lain, Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menilai keputusan menaikkan BI Rate merupakan langkah tepat untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Ia menegaskan bahwa Bank Mandiri akan menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Adhika menambahkan, setiap penyesuaian suku bunga kredit maupun simpanan di Bank Mandiri akan dilakukan secara terukur. Pihaknya akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter agar intermediasi tetap berjalan lancar bagi nasabah dan perekonomian nasional, sembari memastikan kecukupan likuiditas tetap terjaga.

Rekomendasi