IHSG Melemah 1,98 Persen Terimbas Efek Rebalancing Indeks MSCI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Rabu sore. IHSG terkoreksi 135,57 poin atau 1,98 persen ke level 6.723,32.

Kepala Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengungkapkan bahwa pelemahan tersebut dipicu oleh sentimen negatif dari hasil tinjauan kuartalan MSCI periode Mei 2026. Sejumlah saham Indonesia tercatat keluar dari daftar MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.

“Dikeluarkannya beberapa saham dari daftar indeks MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026 telah menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan indeks,” ujar Ratna.

Meski demikian, Ratna menilai tekanan pasar masih relatif terbatas. Ia menyebut proyeksi aliran dana keluar (foreign outflow) tidak sebesar yang dikhawatirkan sebelumnya, karena sebagian investor telah mengantisipasi langkah MSCI tersebut. Selain itu, optimisme investor terhadap status Indonesia sebagai emerging market turut menahan laju penurunan indeks.

Pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan sentimen penyeimbang. OJK menegaskan bahwa keluarnya sejumlah saham dari indeks MSCI Global Small Cap tidak selalu disebabkan oleh penurunan kinerja atau kapitalisasi pasar. Sebagian saham justru mengalami kenaikan kapitalisasi pasar sehingga layak masuk kategori indeks yang lebih tinggi, namun terhambat oleh kebijakan pembekuan sementara atau freeze dari pihak MSCI.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level support di kisaran 6.700 hingga 6.650 pada perdagangan pekan depan.

Data BEI mencatat kapitalisasi pasar mencapai Rp11.841 triliun. Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 24,74 miliar lembar dengan frekuensi 1,46 juta kali transaksi, dan nilai transaksi sebesar Rp10,26 triliun.

Sebanyak 280 saham menguat, 411 saham melemah, dan 268 saham stagnan. Secara sektoral, mayoritas saham berada di zona merah. Sektor bahan baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,43 persen, diikuti infrastruktur 2,72 persen, dan energi 1,61 persen. Sementara itu, sektor transportasi berhasil menguat 4,89 persen dan sektor industri naik 1,26 persen.

Rekomendasi