Kenali Gaya Belajar Anak, Optimalkan Potensi Akademiknya

Jakarta – Setiap anak memiliki cara belajar yang unik, dan memahami gaya belajar si kecil menjadi kunci penting bagi orang tua untuk memaksimalkan potensi mereka. Theresa Bertuzzi, Kepala Pengembangan Program sekaligus salah satu Pendiri Tiny Hoppers, lembaga pendidikan di Kanada, menjelaskan bahwa gaya belajar merujuk pada cara anak memproses dan mengingat informasi baru dengan baik.

“Gaya belajar terkait dengan indra kita dan cara kita berinteraksi dengan materi untuk memahami dan mengingat informasi,” kata Theresa, seperti dikutip dari Parents. Lantas, apa saja gaya belajar anak yang perlu orang tua pahami?

Berikut adalah beberapa gaya belajar anak yang umum:

Auditori

Anak dengan gaya belajar auditori lebih mudah mengikuti arahan lisan dan sangat menyukai cerita. Saat membaca sendiri, mereka cenderung mengucapkan kata-kata dengan suara keras. Pembelajar tipe ini juga peka terhadap perubahan halus dalam nada suara orang lain, seringkali memiliki kepekaan ritme atau nada yang baik, serta menunjukkan minat pada musik sejak usia muda.

Kinestetik

Pembelajar kinestetik lebih suka belajar melalui tindakan dan gerakan. Sebagai contoh, daripada hanya diberi tahu cara melakukan gerakan tari, mereka lebih memilih untuk langsung berdiri dan mempraktikkannya. Anak-anak ini menggunakan kelima indra mereka dan sering terlihat bergerak untuk merasakan pengalaman langsung.

Mereka biasanya unggul dalam aktivitas motorik kasar seperti olahraga, menari, atau aktivitas fisik lainnya. Bagi pembelajar kinestetik, duduk diam di kelas bisa menjadi sebuah tantangan.

Taktil

Gaya belajar taktil optimal saat anak berinteraksi langsung dengan objek atau materi. Artinya, mereka perlu menyentuh untuk memahami dan lebih suka memindahkan atau menggambar sesuatu agar lebih mengerti. Anak-anak ini mungkin mengalami kesulitan mendengarkan di sekolah jika tidak ada sesuatu yang dapat mereka sentuh.

Pembelajar taktil cenderung suka berkreasi menggunakan tangan, seperti ikut serta dalam eksperimen sains, membuat kerajinan, menenun, atau memotong.

Visual

Pembelajar visual paling nyaman belajar melalui penglihatan dan membaca. Petunjuk tertulis atau gambar visual sangat mendukung pembelajaran mereka, dan instruksi video dapat sangat membantu. Mereka dapat dengan mudah melupakan instruksi lisan tanpa isyarat visual atau pengingat.

Anak-anak yang belajar secara visual cenderung pandai memvisualisasikan informasi atau konsep. Pembelajar seperti ini sering mencatat, menulis ulang kata-kata, menggarisbawahi, dan menggunakan warna yang berbeda untuk membantu pemahaman.

Rekomendasi