

Banda Aceh – Kisah inspiratif Martunis, penyintas bencana Tsunami Aceh 2004, kembali menjadi sorotan publik seiring dengan kenangan mendalamnya mengenai sosok megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo.
Peristiwa tsunami yang meluluhlantakkan pesisir Aceh pada Desember 2004 silam menyisakan duka mendalam sekaligus cerita keajaiban hidup.
Martunis, yang saat itu masih berusia delapan tahun, menjadi salah satu saksi hidup betapa dahsyatnya terjangan ombak besar tersebut.
Ia ditemukan dalam kondisi lemah setelah bertahan hidup seorang diri selama hampir tiga pekan di tengah reruntuhan.
Seorang jurnalis televisi asal Inggris menjadi pihak yang pertama kali menemukan dan mengevakuasi Martunis dari lokasi bencana.
Saat diselamatkan, Martunis mencuri perhatian dunia karena mengenakan jersey tim nasional Portugal dengan nomor punggung 10 milik Rui Costa.
Kisah bocah yang selamat dari bencana mematikan tersebut dengan cepat menyebar luas hingga ke Eropa.
Kabar tentang Martunis bahkan sampai ke telinga Cristiano Ronaldo, yang saat itu mulai meniti karier profesionalnya di dunia sepak bola.
Kepedulian Ronaldo terhadap Martunis membawa bocah tersebut terbang ke Lisbon, Portugal, pada tahun 2005.
Dalam perjalanan tersebut, Martunis tidak hanya berkesempatan bertemu dengan Cristiano Ronaldo, tetapi juga legenda sepak bola Portugal lainnya, Luis Figo.
Martunis menceritakan momen tersebut melalui sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Minggu, 26 Juli 2026.
Ia mengaku sangat bangga karena saat tiba di tempat latihan tim nasional Portugal, sosok yang pertama kali menyambutnya adalah Cristiano Ronaldo.
“Saat pertama ketemu dia, saya terbang ke Lisbon tahun 2005, setelah itu saya pergi dengan ayah, ada penerjemah,” ujar Martunis.
Ia menambahkan bahwa Ronaldo secara pribadi menunggu kedatangannya tepat di depan pintu masuk lokasi latihan.
“Dia datang tunggu di depan pintu, dia yang jemput saya pertama. Umur 8 tahun, kan waktu itu Ronaldo belum terkenal, jadi kalau misalnya untuk ketemu sama dia, mudahlah dulu,” ungkap Martunis.
Kedekatan antara keduanya bahkan sempat berkembang ke tahap yang lebih serius terkait masa depan Martunis.
Ronaldo dikabarkan sempat menawarkan Martunis untuk tinggal bersamanya di Manchester agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Namun, tawaran tersebut tidak mendapatkan restu dari ayah kandung Martunis.
“Itu momennya, tapi yang selamat di waktu kejadian tsunami, kalau misal di pihak ayah cuma saya berdua kan, nggak mungkin ayah misalnya setuju saya tinggal dengan Ronaldo, mustahil lah bang,” jelasnya.
Ayah Martunis merasa keberatan jika harus berjauhan dengan putra semata wayangnya yang baru saja selamat dari musibah besar.
Menurut Martunis, Ronaldo sempat menolak jika harus memboyong sang ayah untuk turut serta tinggal di Manchester.
Selain kenangan pribadi, Martunis juga menyoroti kepedulian Ronaldo terhadap masyarakat Aceh secara luas.
Ia menyatakan bahwa jiwa sosial Ronaldo mulai tumbuh saat pesepak bola tersebut secara langsung mengunjungi Aceh untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Hingga saat ini, memori tentang kebaikan hati Ronaldo tetap melekat kuat dalam ingatan Martunis sebagai bagian dari sejarah hidupnya yang tidak terlupakan.