Konflik AS-Venezuela Mendorong Dolar Menguat, Rupiah Terancam Melemah

JAKARTA – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela berpotensi mendorong penguatan indeks dolar AS (DXY). Investor global cenderung mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian.

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi, menyatakan eskalasi konflik dapat memicu DXY menguat ke kisaran 105-107 dalam jangka pendek.

“Jika situasi memburuk atau terjadi eskalasi, DXY berpotensi menguat ke kisaran 105–107 dalam jangka pendek,” kata Reza.

Penguatan DXY juga dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan data ekonomi AS.

Pengamat komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono, menambahkan ketegangan AS-Venezuela memicu sentimen safe haven. Investor cenderung mengalihkan aset ke dolar AS.

“DXY bisa menguji level 98 hingga 100 dalam jangka pendek jika eskalasi di Amerika Selatan terus berlanjut,” ujar Wahyu.

Namun, penguatan dolar dapat tertahan jika pasar menilai langkah AS sebagai upaya stabilisasi yang cepat. Kondisi ini justru bisa menekan premi risiko dalam jangka panjang.

Indonesia Perlu Waspada

Wahyu menekankan Indonesia perlu mewaspadai dampak tidak langsung ketegangan AS-Venezuela, terutama melalui jalur keuangan dan komoditas.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi salah satu risiko utama. Penguatan DXY berpotensi menekan rupiah. Jika dolar AS menguat ke level 100 atau lebih, rupiah berisiko melemah ke atas Rp 16.800 per dolar AS.

Potensi lonjakan harga minyak dunia juga dapat berdampak pada beban subsidi energi.

“Jika harga minyak naik signifikan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi meningkat,” terang Wahyu.

Namun, dengan harga minyak saat ini masih di bawah asumsi makro US$ 60 per barel, risiko tersebut dinilai masih relatif terkendali.

Dari sisi non-ekonomi, pemerintah juga memperhatikan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan WNI di Venezuela dalam kondisi aman, namun tetap diminta meningkatkan kewaspadaan seiring status darurat nasional.

Dampak langsung terhadap hubungan dagang Indonesia dinilai terbatas. Nilai ekspor dan impor Indonesia dengan Venezuela kurang dari 1% dari total perdagangan luar negeri Indonesia.

Rekomendasi