Mengungkap 6 Pemicu Perselingkuhan Paling Umum Terjadi

Jakarta – Setiap pasangan tentu mendambakan hubungan romantis yang langgeng. Namun, tak jarang perselingkuhan menjadi penyebab utama berakhirnya ikatan cinta, bahkan setelah bertahun-tahun menjalin kebersamaan. Perlu diingat, perselingkuhan bukanlah kesalahan korban, melainkan timbul dari berbagai alasan mendasar. Berikut adalah enam penyebab umum terjadinya perselingkuhan yang sering terabaikan.

1. Hilangnya Perasaan Cinta (Falling Out of Love)
Istilah ‘falling out of love’ mengacu pada kondisi ketika seseorang berhenti merasakan keterikatan romantis atau seksual yang mendalam terhadap pasangannya. Salah satu pihak mulai kehilangan ‘percikan’ atau gairah dalam hubungan, memicu pencarian sensasi baru di luar ikatan yang sudah ada.

2. Masalah Komunikasi
Komunikasi yang buruk sering menjadi lahan subur bagi perselingkuhan. Ketika pasangan kesulitan mengekspresikan kebutuhan dan emosi, kesalahpahaman rentan terjadi. Kesenjangan emosional ini dapat mendorong salah satu pihak mencari perhatian atau pemahaman dari orang lain, di mana mereka merasa lebih dihargai. Komunikasi terbuka dan jelas esensial untuk mencegah kebutuhan yang tidak terpenuhi mendorong individu mencari keintiman di luar hubungan.

3. Ketidakmampuan Menyelesaikan Masalah
Menghindari atau tidak mampu mengatasi masalah dalam hubungan juga menjadi pemicu utama perselingkuhan. Alih-alih mencari solusi, sebagian pasangan justru mencari alasan atau cara lain, yang membuka pintu bagi interaksi dengan pihak ketiga. Seringkali, seseorang menemukan kenyamanan dan telinga yang simpatik pada rekan kerja untuk berbagi keluh kesah, yang kemudian berkembang menjadi perselingkuhan, terutama di lingkungan kantor.

4. Kurangnya Komitmen
Berdasarkan laporan dari Psychology Today, kurangnya cinta dan rendahnya komitmen terhadap pasangan berkorelasi dengan ketidakpuasan hubungan secara umum. Studi tersebut mengungkapkan bahwa hampir 41% individu mengaku tingkat komitmen yang rendah terhadap pasangan romantis menjadi motivasi mereka untuk berselingkuh.

5. Masalah Psikologis
Melansir dari verywell mind, gangguan kepribadian atau ciri narsistik dikaitkan dengan peningkatan potensi perselingkuhan. Pada kasus narsisme, tindakan perselingkuhan seringkali didorong oleh ego dan rasa berhak yang tinggi. Individu dengan gangguan ini cenderung kurang memiliki empati, sehingga mereka mengabaikan dampak serius dari perbuatan mereka terhadap pasangan.

6. Adanya Sebuah Peluang
Peluang merujuk pada situasi di mana seseorang berinteraksi intens dengan calon pasangan di lingkungan yang sama, seperti tempat kerja atau lingkungan sosial. Kedekatan dan interaksi yang rutin menciptakan kondisi yang kondusif bagi berkembangnya hubungan emosional atau fisik di luar ikatan komitmen. Contohnya, perjalanan bisnis dengan rekan kerja dapat menumbuhkan ikatan emosional karena pengalaman dan waktu yang dihabiskan bersama, yang berpotensi menjadi perselingkuhan jika batasan yang tepat tidak dijaga.

Rekomendasi