MPX Logistics Bidik Peluang Ekspansi di Pasar Saham Global

Jakarta – Direktur PT MPX Logistics International Tbk (MPXL), Sunyoto Bambang Kusumo, membagikan pengalamannya dalam menavigasi volatilitas pasar saham melalui pemanfaatan literasi keuangan dan teknologi. Berbekal pengalaman pahit kehilangan 95% portofolio pada krisis 2008, Sunyoto kini sukses menerapkan sistem perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengelola investasi di pasar domestik maupun Amerika Serikat.

Ketertarikan Sunyoto pada dunia saham bermula dari program kepemilikan saham karyawan saat ia bekerja di Astra. Sejak aktif di pasar modal pada 2004, ia sempat merasakan euforia keuntungan sebelum akhirnya mengalami kerugian besar empat tahun berselang. Peristiwa tersebut menjadi titik balik baginya untuk mendalami mekanisme pasar secara profesional.

Pada 2012, ia mengikuti pelatihan dan mentoring di Singapura yang mengubah strategi investasinya. Ia mulai menggunakan sistem perdagangan yang melibatkan analisis teknikal dan pengujian balik (backtesting). Saat ini, ia memanfaatkan bantuan AI untuk memetakan saham potensial, sehingga ia hanya perlu meluangkan waktu singkat setiap harinya untuk mengambil keputusan eksekusi perdagangan.

Portofolio Sunyoto kini terbagi antara investasi jangka panjang dan perdagangan aktif. Untuk pasar Indonesia, ia rutin mengakumulasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sementara di pasar Amerika Serikat, pilihannya tertuju pada NVIDIA dan indeks S&P 500.

Hingga saat ini, strategi perdagangan yang ia terapkan mampu menghasilkan imbal hasil sebesar 126% dari modal dasar tahun ini. Kendati demikian, ia menegaskan pentingnya memisahkan antara investasi dan perdagangan. Menurutnya, investasi harus didasari oleh aset dasar (underlying) yang jelas, seperti kinerja perusahaan, efisiensi operasional, dan pertumbuhan laba yang nyata.

Sunyoto mengingatkan para investor untuk tidak sekadar mengikuti opini atau tren di media sosial. Ia menekankan perlunya investor melakukan riset mendalam berbasis fakta serta melakukan pengujian sistem sebelum benar-benar terjun ke pasar. Baginya, tujuan utama dari disiplin berinvestasi ini adalah mencapai kemandirian finansial dan mempersiapkan masa pensiun yang lebih terjamin.

Rekomendasi