IHSG Diprediksi Terkoreksi, Simak Deretan Rekomendasi Saham Berikut

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,05% ke level 6.127,38 pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Secara akumulatif dalam sepekan terakhir, indeks mengalami tekanan sebesar 0,56%. Para analis memproyeksikan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan pekan depan.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG masih berada dalam kondisi rawan terkoreksi dengan proyeksi level support di 6.071 dan resistance di 6.262.

Terdapat sejumlah sentimen utama yang perlu dicermati pelaku pasar pada pekan mendatang, di antaranya rilis data Purchasing Managers Index (PMI) China, data tenaga kerja Amerika Serikat, data inflasi domestik, serta perkembangan gencatan senjata selama 60 hari.

Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memprediksi IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000 hingga 6.300. Indikasi teknikal menunjukkan stochastic RSI yang melanjutkan reversal ke arah pivot serta penyempitan histogram negatif MACD.

Investor dapat mencermati beberapa saham pilihan untuk pekan depan, yakni DEWA di rentang harga Rp 384 hingga Rp 412, UNTR di kisaran Rp 24.225 hingga Rp 25.250, serta UNVR pada level Rp 1.805 hingga Rp 2.000.

Herditya menjelaskan, koreksi IHSG sepanjang pekan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk hari perdagangan yang relatif singkat, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, proses rebalancing MSCI, serta respons investor terhadap negosiasi AS-Iran.

Dari sisi domestik, pelemahan kurs rupiah yang menyentuh level Rp 17.881 per dolar AS di pasar spot menjadi beban bagi pergerakan indeks. Meski demikian, Alrich menilai tekanan jual akibat rebalancing MSCI tidak sedalam yang dikhawatirkan karena telah diantisipasi sebelumnya oleh pelaku pasar.

Sentimen positif sempat muncul dari penguatan mayoritas indeks saham di Asia yang terdorong kenaikan sektor teknologi di Wall Street serta penurunan harga minyak mentah. Secara sektoral, saham sektor kesehatan tercatat sebagai penekan utama indeks, sementara sektor infrastruktur menjadi penyokong dengan penguatan tertinggi.

Rekomendasi