

Jakarta – Harga emas berpotensi melonjak tajam pada awal pekan depan. Sentimen geopolitik global, terutama agresi Amerika Serikat ke Venezuela, menjadi pemicu utama.
Harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu (3/1/2026) berada di level US$ 4.332 per troy ounce. Sementara itu, emas batangan Antam ditutup pada harga Rp 2.488.000 per gram.
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia bisa menyentuh US$ 4.426 per troy ounce pada Senin (5/1/2026). Harga logam mulia Antam diperkirakan naik menjadi Rp 2.518.000 per gram.
Ibrahim bahkan memperkirakan harga emas dapat mencapai Rp 2.610.000 per gram pada akhir pekan depan, Sabtu (10/1/2026). “Dalam satu minggu bila kemudian harga emas itu naik, kemungkinan akan kembali ke US$ 4.505 per troy ounce. Sedangkan logam mulia itu di Rp 2.610.000 per gram,” ujarnya, Minggu (4/1/2025).
Menurut Ibrahim, eskalasi konflik geopolitik, terutama tindakan AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, menjadi katalis utama kenaikan harga emas.
Penangkapan Maduro oleh pasukan AS dinilai akan memicu lonjakan harga emas signifikan. “Ini yang kemungkinan besar akan membuat harga emas kembali lagi mengalami kenaikan bahkan dalam perdagangan pagi ini, harga emas dunia kemungkinan besar akan mengalami gap up,” jelasnya.
Agresi AS tanpa konsultasi dengan Kongres, serta demonstrasi di Iran akibat kenaikan biaya hidup, turut memperkeruh sentimen pasar. Jatuhnya mata uang Rial Iran hingga 1,42 juta per dolar AS, dan bentrokan aparat dengan demonstran, menambah ketidakpastian global.
“Ini pun juga mendapat kecaman dari Amerika, karena Amerika akan ikut campur kalau seandainya pasukan Iran melakukan penembakan terhadap para demonstran,” pungkas Ibrahim.