

BANDUNG – Masa depan pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, masih menjadi tanda tanya besar seiring akan berakhirnya kontrak sang juru taktik pada Mei 2026. Hingga memasuki pekan ke-34 kompetisi, kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa manajemen sangat menghormati keputusan Bojan yang belum ingin membahas masalah kontrak saat ini. Pelatih asal Kroasia itu memilih untuk mencurahkan seluruh fokusnya dalam persiapan menghadapi laga pamungkas melawan Persijap Jepara.
Langkah ini dinilai wajar oleh manajemen mengingat persaingan di papan atas klasemen masih berlangsung ketat. Persib saat ini berupaya mengamankan posisi juara dari kejaran Borneo FC yang menempel di posisi kedua.
“Obrolan sudah ada dari lama, namun kami sangat menghormati Bojan. Beliau ingin fokus terlebih dahulu sampai akhir musim,” ujar Adhitia.
Menurut Adhitia, pembicaraan serius mengenai masa depan Bojan akan kembali dilakukan setelah pertandingan terakhir pada 23 Mei mendatang. Ia menyebutkan bahwa manajemen, pemain, dan seluruh elemen tim merasa puas dengan kinerja Bojan, sehingga keinginan untuk mempertahankan sang pelatih sangat kuat.
Adhitia juga menepis kabar bahwa adanya permintaan fasilitas khusus dari Bojan menjadi hambatan negosiasi. Ia menegaskan bahwa masukan yang diberikan sang pelatih bersifat rasional dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas tim agar lebih kompetitif di level Asia.
“Betul memang ada beberapa permintaan, tapi itu bukan syarat mutlak. Bojan paham kondisi sepak bola di Asia Tenggara, dan Persib sedang berproses ke arah sana. Kami sudah memiliki lapangan latihan sendiri dan fasilitas gym akan segera kami lengkapi,” jelasnya.
Manajemen Persib berjanji akan memberikan informasi terbaru terkait kelanjutan kerja sama ini segera setelah pertemuan formal dilakukan pasca-pertandingan melawan Persijap. Saat ini, fokus utama tim tetap tertuju pada pencapaian gelar juara musim 2025/2026.