

Jakarta – Peramban Safari kini hanya tersedia di produk Apple dan tidak lagi bisa digunakan di Windows. Safari dikenal hemat daya, terintegrasi dengan ekosistem Apple, serta memiliki proteksi privasi yang ketat.
Namun, bagi pengguna yang ingin beralih ke Safari, ada sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi alur kerja. Salah satunya, Safari hanya tersedia di perangkat Apple sehingga tidak dapat melakukan sinkronisasi jika pengguna memiliki perangkat non-Apple.
1. Ekstensi Terbatas
Mengutip BGR, Minggu (9/8/2026), Safari memang mendukung ekstensi di berbagai perangkat Apple, tetapi pilihannya jauh lebih terbatas dibandingkan Chrome dan Firefox. Selain itu, tidak ada cara untuk melihat versi lengkapnya.
Ekstensi Safari juga tercampur di App Store umum, sehingga pencarian bisa menjadi menyulitkan karena akan muncul banyak aplikasi lain, kecuali pengguna mengetik kata kunci yang lebih spesifik.
Meski begitu, karena ekstensi Safari tersedia melalui App Store, Apple telah menyaring ekstensi yang mencurigakan. Namun, bagi pengguna yang terbiasa memakai ekstensi tertentu, sebaiknya memastikan lebih dulu apakah ekstensi tersebut tersedia di Safari agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.