

Jakarta – Suzuki bersiap memperluas pasar mobil listriknya dengan membawa versi produksi Vision e-Sky ke Eropa dan Inggris. Model mungil yang sebelumnya diperkenalkan sebagai mobil konsep itu diposisikan sebagai salah satu mobil listrik paling terjangkau dan dijadwalkan meluncur pada musim semi 2027.
Mobil listrik yang hingga kini belum memiliki nama resmi tersebut bakal memiliki dimensi lebih ringkas dibandingkan Suzuki Swift. Sebagai gambaran, konsep Vision e-Sky memiliki panjang 3.395 mm sehingga memenuhi regulasi kei car di Jepang, sedangkan Swift memiliki panjang sekitar 3.860 mm.
Di pasar Eropa, calon pesaingnya antara lain Dacia Spring, Renault Twingo E-Tech, hingga Honda Super-N. Dari sisi desain, model produksinya diperkirakan tak banyak berbeda dari prototipe, meski kemungkinan ada ubahan pada bumper, unit lampu, gagang pintu konvensional, serta kaca spion yang lebih besar.
Bos Suzuki Inggris, David Kateley, menilai kehadiran mobil listrik mungil tersebut sangat penting bagi perusahaan. “Mobil listrik berbasis baterai (BEV) di segmen A sangat penting bagi kami. Model ini menjadi langkah masuk Suzuki ke segmen yang berbeda, dan saya sangat antusias melihat prospeknya,” ujarnya.
Suzuki masih menutup rapat spesifikasi teknis mobil ini. Pabrikan belum mengungkap tenaga motor listrik maupun kapasitas baterainya. Namun, saat masih berstatus konsep, Vision e-Sky diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 270 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Angka tersebut sedikit lebih baik dibanding Renault Twingo E-Tech yang memiliki jangkauan WLTP 263 km, serta Honda Super-N yang diklaim sanggup melaju hingga 206 km. Soal harga, laporan menyebut mobil listrik anyar Suzuki ini akan dibanderol di bawah 20.000 poundsterling, atau sekitar Rp 480 juta dengan kurs Rp 24.000 per poundsterling.