Thomas Tuchel Tanggapi Peluang Trump Batalkan Kartu Merah Jarell Quansah

a83a2246308e83983bccf382950e07f1.jpg

Jakarta – Keputusan FIFA yang menangguhkan sanksi skorsing bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, memicu kritik tajam dari pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel.

Tuchel menyoroti ketidakjelasan prosedur di balik pembatalan kartu merah yang diterima Balogun dalam laga melawan Bosnia-Herzegovina.

FIFA diketahui menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin untuk menunda hukuman satu pertandingan tersebut, sehingga Balogun dipastikan bisa tampil saat Amerika Serikat bersua Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Tuchel sebenarnya mengakui sejak awal bahwa ia tidak setuju dengan keputusan wasit yang mengusir Balogun dari lapangan.

Namun, ia menekankan bahwa proses peninjauan melalui VAR yang sudah melibatkan tiga petugas video wasit seharusnya menjadi keputusan final yang memiliki kepastian hukum.

“Sejujurnya, saya memang tidak menganggap itu kartu merah. Tetapi VAR sudah terlibat, tiga petugas VAR bersama wasit sudah meninjaunya dan memutuskan itu kartu merah. Jadi keputusan sudah dibuat,” ujar Tuchel pada Senin (6/7/2026).

Pelatih asal Jerman tersebut mempertanyakan otoritas yang berwenang membatalkan keputusan tersebut serta dasar hukum yang digunakan.

Ia merasa terganggu dengan kurangnya konsistensi dalam penerapan aturan disiplin di ajang sebesar Piala Dunia.

“Siapa yang membatalkan keputusan itu, kapan dilakukan, dan berdasarkan apa? Sampai sejauh mana hal seperti ini akan terus terjadi? Yang kami inginkan hanyalah konsistensi dalam setiap keputusan,” tegasnya.

Tuchel khawatir jika hukuman dapat dibatalkan setelah pertandingan usai, maka akan muncul preseden buruk bagi keputusan-keputusan lain yang sifatnya subjektif.

Ia mencontohkan kartu kuning yang diterima pemain Inggris seperti Declan Rice dan Michael Olise sebagai perbandingan.

Menurut Tuchel, jika setiap keputusan wasit bisa ditinjau ulang tanpa batasan yang jelas, maka integritas kompetisi akan terancam.

“Di mana awalnya dan di mana akhirnya? Apakah sekarang kami juga bisa mengajukan banding untuk setiap kartu kuning yang kami anggap tidak pantas? Saya benar-benar tidak tahu di mana garis batasnya,” kata Tuchel.

Dalam kesempatan tersebut, Tuchel sempat melontarkan sindiran terkait keterlibatan politik dalam sepak bola.

Ia ditanya mengenai kemungkinan kapten Inggris, Harry Kane, meminta bantuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar kartu merah Jarell Quansah saat melawan Meksiko dibatalkan.

Laporan menyebutkan bahwa Trump sempat memuji Kane dan diduga turut melobi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kasus Balogun.

“Mungkin itu bisa menjadi awal yang bagus,” jawab Tuchel dengan nada bergurau.

Polemik ini telah memicu kemarahan Federasi Sepak Bola Belgia yang menganggap tindakan FIFA melanggar pedoman disiplin yang ada.

Pihak Belgia menyatakan sedang mempelajari berbagai opsi hukum untuk merespons keputusan kontroversial tersebut.

Situasi ini menjadikan pertandingan antara Amerika Serikat dan Belgia sebagai sorotan utama dalam rangkaian babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Rekomendasi