

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 12 perusahaan tengah memproses penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Hingga 5 Juni 2026, tercatat baru satu perusahaan yang resmi melantai di bursa, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dengan perolehan dana sebesar Rp 0,30 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa mayoritas calon emiten tersebut memiliki skala aset yang tergolong besar. Sebanyak 8 perusahaan tercatat memiliki aset di atas Rp 250 miliar, sementara 4 perusahaan lainnya masuk dalam kategori aset menengah dengan kisaran Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
Berdasarkan sektornya, perusahaan yang mengantre melantai di bursa meliputi 3 perusahaan dari sektor kesehatan, 3 sektor konsumer siklikal, 2 sektor konsumer non-siklikal, 2 sektor infrastruktur, serta masing-masing 1 perusahaan dari sektor finansial dan teknologi.
Nyoman mengungkapkan bahwa saat ini terdapat satu perusahaan sektor konsumer non-siklikal yang telah memperoleh persetujuan prinsip dari bursa. Selain itu, dua perusahaan di bidang kesehatan juga diproyeksikan akan segera mendapatkan persetujuan serupa dalam waktu dekat.
“Dua perusahaan di bidang healthcare berpotensi besar untuk mendapatkan Persetujuan Prinsip Bursa di bulan ini juga. Ketiganya berencana akan dicatatkan di akhir Juni atau awal Juli 2026,” ujar Nyoman, Senin (8/6).
Sementara itu, untuk 9 calon emiten lainnya, pihak BEI menyatakan bahwa dokumen perusahaan tersebut saat ini masih dalam proses evaluasi dan penelaahan lebih lanjut oleh otoritas bursa.