

PARIS – Zinedine Zidane secara resmi memulai lembaran baru dalam karier kepelatihannya dengan menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Prancis.
Penunjukan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang beredar di publik sepak bola terkait masa depan sang legenda Les Bleus tersebut.
Zidane menggantikan posisi Didier Deschamps yang memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya di kursi kepelatihan tim nasional.
Bagi pria berusia 54 tahun tersebut, jabatan ini bukan sekadar posisi profesional biasa.
Ia mengungkapkan bahwa menangani Timnas Prancis telah menjadi tujuan utama yang ia tetapkan sejak lama.
Demi mewujudkan impian tersebut, Zidane bahkan secara konsisten menolak berbagai tawaran dari sejumlah klub besar di Eropa.
Ia memilih untuk menunggu momen yang tepat agar bisa mengabdi kepada negara kelahirannya.
“Sejak lama saya hanya memiliki satu tujuan, yaitu menangani Timnas Prancis,” ujar Zidane saat memberikan keterangan resmi pada Rabu, 29 Juli 2026.
“Saya selalu membayangkan suatu hari nanti akan berada di posisi ini,” lanjutnya.
Zidane menjelaskan bahwa fokusnya tidak pernah terpecah sejak ia memutuskan hengkang dari Real Madrid.
“Itulah sebabnya saya tidak menerima tawaran dari klub mana pun,” tegasnya.
“Setelah meninggalkan Real Madrid, fokus saya hanya tertuju kepada tim nasional Prancis,” imbuh Zidane.
Kesempatan untuk mengisi posisi tersebut akhirnya terbuka lebar setelah Didier Deschamps resmi mundur dari jabatannya.
Zidane mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan ketika peluang itu tiba.
“Ketika Didier mengumumkan keputusannya pada Januari 2025, saya langsung tahu bahwa saya ingin melanjutkan pekerjaannya,” ungkap sang pelatih.
Proses komunikasi antara Zidane dan Federasi Sepak Bola Prancis pun berlangsung lancar hingga kesepakatan tercapai.
Debut Zidane di kursi kepelatihan Les Bleus akan segera dimulai pada ajang UEFA Nations League.
Turki dan Italia telah dijadwalkan menjadi dua lawan pertama yang akan menguji taktik serta filosofi permainan sang legenda.
Publik kini menantikan identitas permainan baru yang akan diusung oleh pria yang pernah memenangkan berbagai gelar bergengsi saat masih aktif bermain.
Zidane memberikan sedikit bocoran mengenai gaya permainan yang akan ia terapkan di lapangan.
“Tidak perlu menunggu lama untuk melihat bagaimana tim saya bermain,” ujar Zidane.
“Saya menghabiskan 25 tahun di Spanyol dan semua orang tahu pengaruh sepak bola di sana,” tambahnya.
Tantangan besar kini menanti Zidane untuk membawa Prancis kembali ke puncak kejayaan sepak bola dunia.
Harapan suporter Les Bleus sangat tinggi agar sang legenda mampu memberikan dampak instan bagi performa tim nasional.
Strategi dan pendekatan taktis yang ia bawa dari Spanyol akan menjadi kunci utama dalam upaya tersebut.
Seluruh mata kini tertuju pada laga perdana Zidane di UEFA Nations League mendatang.