

Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin meminta pemerintah bersama PT Taspen (Persero) mempermudah pencairan gaji ke-13 bagi pensiunan ASN, terutama bagi mereka yang terkendala administrasi. Khozin menilai pencairan gaji ke-13 merupakan upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mengoptimalkan kualitas pelayanan publik.
Ia menegaskan perlunya tata kelola administrasi yang transparan dan terintegrasi agar akurasi data penerima tetap terjaga dan penyaluran dana berjalan lancar. Penyempurnaan regulasi terkait jaminan sosial pensiunan juga dinilai penting, termasuk perlindungan hak yang jelas dan mekanisme pengaduan yang responsif bagi pensiunan yang mengalami hambatan administratif.
Khozin juga menyebut penyederhanaan birokrasi dan penguatan sistem digital sebagai kunci percepatan pelayanan. Menurut dia, langkah itu akan membuat pelayanan lebih berwawasan ke depan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga negara.
Di sisi lain, ia mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menetapkan gaji ke-13 tidak dikenakan potongan iuran maupun kredit pensiun, serta pajaknya ditanggung negara. Pencairan gaji ke-13 bagi pensiunan ASN sendiri telah dimulai bertahap sejak 2 Juni 2026.
Penyaluran dilakukan melalui PT Taspen (Persero) dan mitra bayar di seluruh Indonesia tanpa perlu pengajuan maupun autentikasi ulang dari penerima. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas bagi aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan.
Besaran gaji ke-13 didasarkan pada komponen penghasilan yang meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, serta tunjangan pangan atau jabatan, dengan nilai setara penghasilan bulan sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku. Khozin berharap pencairan gaji ke-13 pensiunan ASN berjalan efisien dan tepat waktu agar dapat membantu memenuhi kebutuhan para pensiunan.
“Semoga gaji ke-13 dapat membantu memenuhi kebutuhan para pensiunan sekaligus memberikan tambahan daya beli di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat,” tutup Khozin.