

Jakarta – Pasar obligasi nasional menunjukkan tren positif pada Desember 2025. Indeks obligasi Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 1,08% secara bulanan.
Penguatan ini seiring dengan penurunan imbal hasil surat berharga negara (SBN). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan hal ini dalam Konferensi Pers RDK Bulanan Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Yield atau imbal hasil SBN turun 4,84 basis poin (bps) secara bulanan. Secara tahunan, penurunan yield SBN bahkan mencapai 80,91 bps.
Investor non-residen mencatatkan net buy sebesar Rp 6,49 triliun secara bulanan. Secara tahunan, aliran dana asing di pasar SBN mencatatkan net buy senilai Rp 2,01 triliun.
Kinerja positif pasar obligasi berdampak pada industri pengelolaan investasi. Total asset under management (AUM) mencapai Rp 1.033,81 triliun hingga akhir Desember 2025.
Nilai tersebut meningkat 3,08% secara bulanan dan melonjak 23,46% secara tahunan. Nilai aktiva bersih (NAB) reksadana juga mencatatkan pertumbuhan solid.
NAB reksadana tercatat sebesar Rp 675,32 triliun, tumbuh 4,80% secara bulanan dan meningkat 35,26% secara tahunan. Tren positif ini didukung oleh net subscription investor reksadana.
Net subscription investor reksadana mencapai Rp 23,91 triliun secara bulanan. Secara tahunan, angka ini mencapai Rp 138,69 triliun.