

Dallas – Langkah Portugal di Piala Dunia 2026 resmi terhenti setelah menelan kekalahan pahit 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar.
Pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium, Texas, pada Selasa (7/7) dini hari WIB tersebut menjadi saksi kegagalan skuad asuhan Roberto Martinez.
Kekalahan ini memicu gelombang kekecewaan besar dari para pendukung tim nasional Portugal.
Roberto Martinez kini menjadi sasaran utama kritik tajam dari para penggemar yang merasa performa tim tidak sesuai harapan.
Banyak pihak menganggap sang pelatih sebagai sosok paling bertanggung jawab atas kegagalan tim di ajang bergengsi empat tahunan ini.
Perjalanan Portugal sepanjang turnamen memang dinilai kurang meyakinkan sejak fase grup.
Tim berjuluk Selecao das Quinas tersebut hanya mampu finis di posisi kedua dalam klasemen grup mereka.
Pada babak gugur sebelumnya, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan bahkan sempat kesulitan saat menghadapi Kroasia.
Mereka harus berjuang keras sebelum akhirnya memastikan kemenangan tipis 2-1 untuk melaju ke 16 besar.
Kekalahan dari Spanyol sekaligus menandai akhir masa bakti Roberto Martinez sebagai juru taktik tim nasional Portugal.
Kontrak pelatih berusia 52 tahun tersebut memang dijadwalkan berakhir tepat setelah perhelatan Piala Dunia 2026 usai.
Dalam pernyataan resminya, Martinez mengungkapkan bahwa laga melawan Spanyol adalah penampilan terakhirnya mendampingi tim.
“Ini pertandingan terakhir saya bersama Portugal,” ujar Martinez seperti dikutip dari laman ESPN.
“Saya merasa terkesan diterima di sini setelah melakoni 45 laga,” tambahnya.
Dia menegaskan bahwa pengalaman melatih Portugal akan menjadi kenangan yang selalu ia bawa sepanjang kariernya.
Kekecewaan penggemar semakin memuncak mengingat komposisi pemain yang dibawa Martinez dinilai sangat mumpuni.
Nama-nama seperti Vitinha, Joao Neves, hingga Bruno Fernandes sedang berada dalam performa puncak karier mereka.
Kegagalan ini memperpanjang catatan minor Martinez dalam membawa Portugal melangkah jauh di turnamen internasional.
Sebelumnya, pada EURO 2024, Portugal juga harus tersingkir di babak perempat final setelah kalah adu penalti dari Prancis.
Satu-satunya gelar yang dipersembahkan Martinez selama menukangi Portugal hanyalah trofi UEFA Nations League 2024/25.
Rekam jejak Martinez sebelumnya bersama tim nasional Belgia juga dinilai kurang impresif meski memiliki generasi emas.
Kini, publik sepak bola Portugal menanti siapa sosok yang akan menggantikan posisi Martinez sebagai nakhoda tim.
Nama Jorge Jesus muncul sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih tongkat kepemimpinan.
Calon pelatih baru tersebut nantinya akan memimpin Portugal dalam ajang UEFA Nations League dan kualifikasi menuju EURO 2028.