

Bandung – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara resmi memperkuat ekosistem talenta digital nasional melalui kolaborasi strategis dengan National University of Singapore (NUS).
Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Telkom University (TelU) dan institusi pendidikan tinggi terkemuka asal Singapura tersebut.
Kemitraan ini bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan kualitas sumber daya manusia di bidang digital agar memiliki daya saing global.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan program sertifikat lulusan, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta riset bersama.
Fokus kolaborasi juga menyasar sektor teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), keamanan siber, hingga komputasi awan.
Selain itu, kedua pihak akan mengeksplorasi pengembangan di bidang bisnis digital, keberlanjutan, serta manajemen logistik dan rantai pasok.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dalam mempererat hubungan Indonesia-Singapura.
Kerja sama ini dipicu oleh kunjungan kerja Menko Perekonomian ke Singapura pada April 2026 yang menekankan pentingnya pengembangan talenta digital lintas negara.
Direktur Strategic & Business Development Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa transformasi digital memerlukan ekosistem yang menghubungkan dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.
“Transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga talenta kelas dunia serta ekosistem inovasi yang kuat,” ujar Seno, Selasa (7/7).
Menurutnya, kolaborasi ini membuka akses luas bagi talenta Indonesia untuk mendapatkan pengetahuan dan praktik terbaik dari jaringan global.
Telkom memposisikan diri sebagai orchestrator yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat inovasi nasional.
Langkah ini juga menjadi strategi perusahaan dalam membangun pipeline talenta digital yang relevan dengan kebutuhan bisnis masa depan.
Reputasi NUS yang menduduki peringkat ke-8 dalam QS World University Rankings 2026 menjadi daya tarik utama bagi ekosistem Telkom Group.
Senior Vice Provost NUS, Prof. Bernard C Y Tan, menyambut baik kemitraan jangka panjang ini guna menjawab tantangan di tingkat regional maupun global.
Ia meyakini bahwa pertukaran pengetahuan dan riset bersama akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat dan kedua institusi.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.
“Indonesia masih membutuhkan lebih banyak talenta digital untuk mendukung transformasi digital dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tutur Suyanto.
Implementasi kolaborasi ini telah dimulai melalui seremoni resmi yang digelar di kampus Telkom University, Jakarta, pada Senin (6/7).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi Telkom, perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta delegasi akademik dari NUS.
Sinergi antara institusi pendidikan dan korporasi ini diharapkan mampu melahirkan solusi teknologi yang inovatif dan berdaya guna bagi industri digital di Indonesia.