GOODNIGHT-Penyesalan Yang Datang Diusia Senja

Penyesalan Datang Diusia Senja. Foto : Internet

TREAT – Semakin dewasa, membuat kamu akan menjadi semakin sibuk. Namun waktu dan hidup terus berjalan tanpa menunggu kita. Hal ini membuat banyak hal kita lewatkan dan hanya menyisakan penyesalan saja.

Tanpa disadari, orang tua semakin bertambah tua, anak semakin besar, dan teman-teman terdekat meninggal satu demi satu. Waktu seakan berjalan hanya sekedip mata saja saat kita menyadari bahwa kita sudah menua dan tidak mampu melakukan banyak hal seperti di masa muda.

Ini adalah beberapa penyesalan yang biasanya datang di masa tua.

Kehilangan kontak dengan teman-teman masa kecil dan masa muda

Kehilangan kontak dengan teman-teman masa kecil dan masa muda. Foto : Internet

Ketika masih kecil atau masih bersekolah, pasti ada satu teman yang sangat dekat dengan kita. Namun setelah bertambah usia, kita berpisah dengan mereka dan kehilangan kontak. Awalnya kita masih berkomunikasi secara intens, hingga akhirnya dengan alasan kesibukan kita tidak lagi membalas pesan dan mengangkat telepon mereka.

Ketergantungan dengan handphone

Ketergantungan dengan handphone. Foto : Internet

Di era teknologi canggih seperti ini, mustahil untuk lepas dari handphone. Bahkan ketika kita tidur, kita meletakkan handphone masih dalam jangkauan. Hal ini adalah sesuatu yang berbahaya karena terlalu banyak menatap layar handphone menghabiskan terlalu banyak waktu yang sebenarnya bisa kita habiskan bersama keluarga, teman, dan orang-orang yang kita sayangi.

Putus dengan seseorang yang sangat dicintai

Putus dengan seseorang yang sangat dicintai. Foto : Internet

Dari sekian banyak hal yang kita sesali, hubungan percintaan termasuk yang paling besar. Di masa muda, mungkin kita memutuskan seseorang yang sangat kita cintai dan pada akhirnya menjadi penyesalan terbesar.

Mengkhawatirkan perkataan orang lain

Mengkhawatirkan perkataan orang lain. Foto : Internet

Sebagian besar dari kita terlalu mengambil hati atas apa yang dikatakan oleh orang lain sehingga mengabaikan diri sendiri. Kita sibuk memikirkan penilaian orang lain pada kita, tanpa disadari membuat kita kehilangan nilai-nilai yang kita junjung tinggi. Padahal, tidak semua pendapatn orang lain bisa berkontribusi positif terhadap kehidupan kita.

Terlalu sibuk bekerja hingga mengorbankan keluarga dan teman

Terlalu sibuk bekerja hingga mengorbankan keluarga dan teman. Foto : Internet

Pekerjaan sering menjadi alasan mengapa kita melewatkan begitu banyak waktu bersama keluarga. Bekerja hingga larut malam, mengesampingkan pentingnya makan malam satu meja dengan orang-orang yang kita sayangi. Lama-kelamaan, kita jadi terbiasa dengan semua kesibukan ini hingga minggu, bulan, dan tahun terlewat begitu saja.

Tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri

Tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri. Foto : Internet

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, kita akan menyesali sedikitnya kepercayaan diri yang kita miliki. Hal inilah yang mencegah kita untuk melakukan hal-hal yang harusnya bisa dilakukan saat masih muda, namun omongan orang lain membuat kita ragu dan tidak percaya dengan kemampuan diri kita sendiri.

Menjalani kehidupan sesuai kemauan orang tua

Menjalani kehidupan sesuai kemauan orang tua. Foto : Internet

Kurangnya kepercayaan pada diri sendiri kadang menuntun kita untuk menjalani hidup yang tidak sesuai dengan kemauan kita sendiri. Kita cenderung menuruti kemauan orang tua dengan alasan ini menjadi anak yang berbakti. Setiap pilihan yang kita buat dalam hidup seperti mendaftar sekolah, memilih bidang studi, hingga tempat kerja didasari dengan rasa ingin membahagiakan orang tua. Hal ini tidak salah, namun untuk menghindari kesalahan sebaiknya kita juga mempertimbangkan kemauan diri sendiri.

Tidak melamar pekerjaan impian

Tidak melamar pekerjaan impian. Foto : Internet

Mungkin kita urung mengambil pekerjaan yang sudah kita impikan karena tidak ingin jauh dari anak atau keluarga. Mungkin pekerjaan yang kita impikan bukanlah pekerjaan yang sempurna untuk kita, namun kita akan merasa menyesal karena tidak pernah mencoba.

Terlalu serius dalam menjalani hidup

Terlalu serius dalam menjalani hidup. Foto : Internet

Hidup memang bukan permainan, namun banyak dari kita yang terlalu serius menjalani hidup sehingga lupa bagaimana cara bersenang-senang dan membuat diri kita bahagia. Kita tidak bisa menemukan guyonan dalam hidup, tidak bisa bertingkah konyol, dan menganggap segala sesuatunya serius. Pada akhirnya kita melupakan hal-hal kecil yang dulunya bisa membuat kita tersenyum.

Kurang liburan dengan keluarga atau teman

Kurang liburan dengan keluarga atau teman. Foto : Internet

Hanya berkumpul dengan keluarga di dalam rumah saja tidak cukup. Kita harus menciptakan banyak kenangan dengan melakukan perjalanan bersama. Sekedar mengunjungi tempat hiburan terdekat saja sudah bisa menciptakan kenangan yang sangat berkesan. Semua yang dialami bersama selama perjalanan tersebut akan kita ingat selamanya.

Tidak melawan penindas di sekolah maupun kehidupan

Tidak melawan penindas di sekolah maupun kehidupan. Foto : Internet

Selalu ada orang-orang yang menindas dan menganggap kita lemah. Baik itu di sekolah, di tempat kerja, atau di lingkungan yang lain. Kita berharap kita bisa lebih percaya diri dan berani untuk melawan mereka. Penindas bisa siapa saja. Bisa atasan di tempat kerja, teman, hingga pasangan kita sendiri.

Membiarkan hubungan buruk dengan anggota keluarga atau teman lama

Membiarkan hubungan buruk dengan anggota keluarga atau teman lama. Foto : Internet

Perpecahan dengan kerabat atau teman lama sering terjadi hanya karena satu hal sepele. Namun kita terlalu gengsi untuk meminta maaf hingga kehilangan momentum yang tepat. Setelah orang tersebut meninggal dunia, kita akan sangat menyesal karena tidak pernah berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan mereka.

Rekomendasi