

New York – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, ditutup mayoritas menguat pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penguatan ini didorong oleh aksi beli saham murah (bargain hunting) oleh investor setelah aksi jual masif pada akhir pekan lalu.
Indeks Nasdaq Composite melonjak 220,23 poin atau 0,86% ke level 25.929,66, sementara S&P 500 naik 21,99 poin atau 0,30% ke level 7.405,73. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 80,77 poin atau 0,16% ke posisi 50.786,01.
Sentimen positif pasar dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Iran dan Israel sepakat untuk menghentikan aksi saling serang. Keputusan gencatan senjata darurat ini diambil menyusul desakan langsung dari Presiden AS Donald Trump agar kedua belah pihak segera mengakhiri konflik yang sempat memanas dalam 24 jam terakhir.
Sektor teknologi memimpin pergerakan pasar, dengan indeks S&P 500 sektor teknologi naik 1,5%. Kenaikan paling signifikan dicatatkan oleh Indeks Semikonduktor Philadelphia yang melesat 5,6%, sekaligus memulihkan kerugian besar pada sesi sebelumnya yang sempat menggerus kapitalisasi pasar emiten cip hingga US$ 1 triliun.
Beberapa saham yang menjadi penggerak utama pasar antara lain Intel Corp yang melonjak 11,2% setelah dikabarkan menerima pesanan 3 juta unit cip dari Google. Kemudian, Marvell Technology naik 9,6% pasca pengumuman masuknya perusahaan ke dalam indeks S&P 500, serta Broadcom yang menguat 2,8% setelah koreksi pada pekan lalu.
Di sektor farmasi, Eli Lilly mencatatkan kenaikan 1,6% seiring dengan hasil positif uji klinis obat obesitas terbaru mereka yang terbukti efektif mengatasi gangguan pernapasan saat tidur.
Sementara itu, saham Apple Inc justru melemah 1,9% meski telah memperkenalkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk Siri pada ajang Worldwide Developers Conference (WWDC). Analis menilai penurunan ini merupakan fenomena sell-on-the-news, di mana investor melakukan aksi ambil untung setelah sentimen yang dinantikan resmi dirilis.
Managing Director di Granite Wealth Management, Bruce Zaro, menyebut pasar sempat merespons kenaikan harga dengan ekspektasi tinggi, namun kini harus menghadapi volatilitas akibat ketidakpastian geopolitik dan makro.
Kini, pelaku pasar mulai mengalihkan fokus pada agenda Penawaran Umum Perdana (IPO) saham SpaceX yang dijadwalkan melantai pada Jumat (12/6). Besarnya skala penggalangan dana dari korporasi milik Elon Musk tersebut membuat para manajer investasi bersikap waspada terhadap potensi euforia berlebihan di pasar.