

TREAT – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah workcation semakin populer. Konsep ini menggambarkan cara kerja fleksibel yang memungkinkan seseorang menyelesaikan tugas kantor sambil menikmati liburan. Banyak pekerja memilih pantai, pegunungan, hingga kafe artistik di kota lain sebagai lokasi kerja.
Fenomena ini muncul seiring berkembangnya tren remote working pascapandemi COVID-19. Generasi milenial dan Gen Z yang mengutamakan fleksibilitas serta work-life balance melihat workcation sebagai jawaban. Mereka tetap produktif sambil memperoleh pengalaman menjelajah tempat baru.

Meningkatkan Kreativitas – Lingkungan berbeda sering memunculkan ide segar.
Mengurangi Stres – Suasana menyenangkan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.
Memperluas Jaringan – Banyak coworking space di destinasi wisata yang menjadi ajang bertemu profesional lain.
Meskipun terdengar ideal, workcation juga memiliki kendala. Tidak semua destinasi menawarkan koneksi internet stabil. Selain itu, manajemen waktu tetap menjadi faktor penting agar liburan tidak mengganggu produktivitas.
Pilih destinasi dengan akses internet memadai.
Tetapkan jam kerja konsisten meski berada di luar kota.
Cari akomodasi ramah pekerja jarak jauh, lengkap dengan meja kerja dan pasokan listrik stabil.
Dengan persiapan matang, workcation bukan sekadar tren, melainkan gaya hidup produktif sekaligus menyenangkan.